Senin, 29 November 2010

Kalkulator Wireless

Kalkulator Wireless LAN
Berbagai pertanyaan bisa muncul saat membuat koneksi nirkabel, sebagai contoh, apa kekuatan transmisi yang tersedia melalui jarak tertentu, apa yang mungkin memisahkan maksimum pemancar dan penerima sekaligus menjaga kualitas link tertentu, atau bagaimana anda memilih model yang cocok dari berbagai antena kita? Kalkulator nirkabel TP-Link akan memberikan anda dengan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan. Koneksi nirkabel sebenarnya akan bervariasi, dan hasil dihitung dengan program ini hanya untuk regerensi anda.

Sebelum kita mulai menggunakan Kalkulator Wirelless, hal ini berguna untuk mengetahui cara kerjanya.
Kalkulator nirkabel TP-LINK mengandung tiga fungsi yang berbeda :
1. Perhitungan Jarak (Distance)
2. Link Perhitungan Anggaran 
3. Pemilihan Antena
yang berfungsi harus anda pilih ?

Jika anda ingin melihat pemisahan maksimal dari pemancar dan penerima dengan tetap mempertahankan kualitas link tertentu pada kecepatan transfer data yang berbeda, Anda dapat mimilih fungsi perhitungan Jarak, Jika anda ingin melihat keandalan koneksi nirkabel anda saat pemancar dan penerima bekerja pada jarak tertentu, Anda dapat memilih fungsi perhitungan link budget
jika anda ingin menemukan pemancar yang cocok dan antena penerima dari berbagai antena kita yang dapat memenuhi kebutuhan mendapatkan kinerja yang baik pada jarak tertentu, anda dapat memilih fungsi seleksi antena

Perhitungan Jarak
mayoritas kekuatan sinyal radio akan hilang di udara, bahkan dalam kekosongan sempurna, gelombang radio kehilangan sebagian energi sejak beberapa energi selalu terpancar arah selain sumbu link. Free Space Path Loss (FSPL) mengukur daya yang hilang di ruang bebas tanpa hambatan, jadi bagi pengguna akhir, penting untuk mengetahui perkiraan jarak antara pemancar dan penerima dengan tetap mempertahankan kualitas link tertentu pada kecepatan transfer yang berbeda.
Rumus
FSPL tergantung pada dua parameter, pertama adalah frekuensi sinyal radio, kedua adalah jarak transmisi nirkabel, rumus berikut ini dapat mencermintkan hubungan antara frekuensi dan jarak.
FSPL(db)=20log10(d) + 20log10(f) + K
d = Jarak
 f = Frekuensi
K =  Konstanta yang bergantung pada satuan yang digunakan untuk d dan f, jika d diukur dalam kilometer, f dalam MHZ, rumus ini menjadi
FSPL(db) = 20log10(d) + 20log10(f) + 32,44
Dari persamaan margin Fade, Free Space Path Loss dapat dihitung dengan persamaan berikut.
Free Space Path Loss = Tx Power-Tx Kabel Loss +  Tx Antenna Gain + Rx Antenna Gain - Rx kabel loss - Rx Sensitif - Fade Margin
Dengan dua persamaan di atas Free space path loss, kita bisa mengetahui jarak dalam km.
Jarak (km) = 10 (Free Space Path Loss - 32.44 - 20log10(f))/20
 Zona fresnel adalah area di sekitar berhadapan visual-gelombang radio yang menyebar ke setelah mereka meninggalkan antena. anda ingin garis yang jelas terlihat untuk mempertahankan kekuatan, terutama untuk sistem nirkabel 2,4 GHz. Hal ini karena gelombang 2,4 GHz diserap oleh air, seperti air yang ditemukan di pohon, Aturan praktis adalah bahwa 60% dari Fresnel Zone harus jelas hambatan. Biasanya, 20% Fresnel Zone penyumbatan memperkenalkan kehilangan sinyal sedikit link, Beyond 40 penyumbatan % hilangnya sinyal akan menjadi signifikan.
FSPLr = 17,32 *





d = Jarak (km)
f = Frekuensi (GHz)
r = Jari-jari (m)

Cara Menggunakan Multitester

Skala Mutimeter
Skala Multimeter
Cara menggunakan Multimeter
  1. Mengukur tegangan DC
    • Atur Selektor pada posisi DCV.
    • Pilih skala batas ukur berdasarkan perkiraan besar tegangan yang akan di cek, jika tegangan yang di cek sekitar 12Volt maka atur posisi skala di batas ukur 50V.
    • Untuk mengukur tegangan yang tidak diketahui besarnya maka atur batas ukur pada posisi tertinggi supaya multimeter tidak  rusak.
    • Hubungkan atau tempelkan probe multimeter ke titik tegangan yang akan dicek, probe warna merah pada posisi (+) dan probe  warna hitam pada titik (-) tidak boleh terbalik.
    • Baca hasil ukur pada multimeter.
  2. Mengukur tegangan AC
    • Atur Selektor pada posisi ACV.
    • Pilih skala batas ukur berdasarkan perkiraan besar tegangan yang akan di cek, jika tegangan yang di cek sekitar 12Volt maka atur posisi skala di batas ukur 50V.
    • Untuk mengukur tegangan yang tidak diketahui besarnya maka atur batas ukur pada posisi tertinggi supaya multimeter tidak rusak.
    • Hubungkan atau tempelkan probe multimeter ke titik tegangan yang akan dicek. Pemasangan probe multimeter boleh terbalik.
    • Baca hasil ukur pada multimeter.
  3. Mengukur kuat arus DC
    • Atur Selektor pada posisi DCA.
    • Pilih skala batas ukur berdasarkan perkiraan besar arus yang akan di cek, misal : arus yang di cek sekitar 100mA maka atur posisi skala di batas ukur 250mA atau 500mA.
    • Perhatikan dengan benar batas maksimal kuat arus yang mampu diukur oleh multimeter karena jika melebihi batas maka fuse (sekring) pada multimeter akan putus dan multimeter sementara tidak bisa dipakai dan fuse (sekring) harus diganti dulu.
    • Pemasangan probe multimeter tidak sama dengan saat  pengukuran tegangan DC dan AC, karena mengukur arus berarti  kita memutus salah satu hubungan catu daya ke beban yang akan dicek arusnya, lalu menjadikan multimeter sebagai penghubung.
    • Hubungkan probe multimeter merah pada output tegangan (+) catu daya dan probe (-) pada input tegangan (+) dari beban/rangkaian yang akan dicek pemakaian arusnya.
    • Baca hasil ukur pada multimeter.
  4. Mengukur nilai hambatan sebuah resistor tetap
    • Atur Selektor pada posisi Ohmmeter.
    • Pilih skala batas ukur berdasarkan nilai resistor yang akan diukur.
    • Batas ukur ohmmeter biasanya diawali dengan X (kali), artinya hasil penunjukkan jarum nantinya dikalikan dengan angka pengali sesuai batas ukur
    • Hubungkan kedua probe multimeter pada kedua ujung resistor boleh terbalik.
    • Baca hasil ukur pada multimeter, pastikan nilai penunjukan multimeter sama dengan nilai yang ditunjukkan oleh gelang warna resistor.
  5. Mengukur nilai hambatan sebuah resistor variabel (VR)
    • Atur Selektor pada posisi Ohmmeter.
    • Pilih skala batas ukur berdasarkan nilai variabel resistor (VR)yang akan diukur.
    • Batas ukur ohmmeter biasanya diawali dengan X (kali), artinya hasil penunjukkan jarum nantinya dikalikan dengan angka  pengali sesuai batas ukur.
    • Hubungkan kedua probe multimeter pada kedua ujung resistor boleh terbalik.
    • Sambil membaca hasil ukur pada multimeter, putar/geser posisi variabel resistor dan pastikan penunjukan jarum multimeter berubah sesuai dengan putaran VR.
  6. Mengecek hubung-singkat / koneksi
    • Atur Selektor pada posisi Ohmmeter.
    • Pilih skala batas ukur X 1 (kali satu).
    • Hubungkan kedua probe multimeter pada kedua ujung kabel/terminal yang akan dicek koneksinya.
    • Baca hasil ukur pada multimeter, semakin kecil nilai hambatan yang ditunjukkan maka semakin baik konektivitasnya.
    • Jika jarum multimeter tidak menunjuk kemungkinan kabel atau  terminal tersebut putus.
  7. Mengecek diode
    • Atur Selektor pada posisi Ohmmeter.
    • Pilih skala batas ukur X 1K (kali satu kilo = X 1000).
    • Hubungkan  probe multimeter (-) pada anoda dan probe (+) pada katoda.
    • Jika diode yang dicek berupa led maka batas ukur pada X1 dan saat dicek, led akan menyala.
    • Jika multimeter menunjuk ke angka tertentu (biasanya sekitar  5-20K) berarti dioda baik, jika tidak menunjuk berarti dioda  rusak putus.
    • Lepaskan kedua probe lalu hubungkan  probe multimeter (+) pada anoda dan probe (-) pada katoda.
    • Jika jarum multimeter tidak menunjuk (tidak bergerak) berarti  dioda baik, jika bergerak berarti dioda rusak bocor tembus  katoda-anoda.
  8. Mengecek transistor NPN
    • Atur Selektor pada posisi Ohmmeter.
    • Pilih skala batas ukur X 1K (kali satu kilo = X 1000).
    • Hubungkan  probe multimeter (-) pada basis dan probe (+) pada kolektor .
    • Jika multimeter menunjuk ke angka tertentu (biasanya sekitar 5-20K) berarti transistor baik, jika tidak menunjuk berarti  transistor rusak putus B-C.
    • Lepaskan kedua probe lalu hubungkan  probe multimeter (+)  pada basis dan probe (-) pada kolektor.
    • Jika jarum multimeter tidak menunjuk (tidak bergerak) berarti transistor baik, jika bergerak berarti transistor rusak bocor tembus B-C.
    • Hubungkan  probe multimeter (-) pada basis dan probe (+) pada emitor.
    • Jika multimeter menunjuk ke angka tertentu (biasanya sekitar  5-20K) berarti transistor baik, jika tidak menunjuk berarti  transistor rusak putus B-E.
    • Lepaskan kedua probe lalu hubungkan  probe multimeter (+) pada basis dan probe (-) pada emitor.
    • Jika jarum multimeter tidak menunjuk (tidak bergerak) berarti transistor baik, jika bergerak berarti transistor rusak bocor tembus B-E.
    • Hubungkan  probe multimeter (+) pada emitor dan probe (-) pada kolektor.
    • Jika jarum multimeter tidak menunjuk (tidak bergerak) berarti transistor baik, jika bergerak berarti transistor rusak bocor tembus C-E.
    • Note : pengecekan probe multimeter (-) pada emitor dan probe (+) padakolektor tidak diperlukan.
  9. Mengecek transistor PNP
    • Atur Selektor pada posisi Ohmmeter.
    • Pilih skala batas ukur X 1K (kali satu kilo = X 1000).
    • Hubungkan  probe multimeter (+) pada basis dan probe (-) pada kolektor.
    • Jika multimeter menunjuk ke angka tertentu (biasanya sekitar 5-20K) berarti transistor baik, jika tidak menunjuk berarti transistor rusak putus B-C.
    • Lepaskan kedua probe lalu hubungkan  probe multimeter (-) pada basis dan probe (+) pada kolektor.
    • Jika jarum multimeter tidak menunjuk (tidak bergerak) berarti transistor baik, jika bergerak berarti transistor rusak bocor tembus B-C.
    • Hubungkan  probe multimeter (+) pada basis dan probe (-) pada emitor.
    • Jika multimeter menunjuk ke angka tertentu (biasanya sekitar 5-20K) berarti transistor baik, jika tidak menunjuk berarti transistor rusak putus B-E.
    • Lepaskan kedua probe lalu hubungkan  probe multimeter (-) pada basis dan probe (+) pada emitor.
    • Jika jarum multimeter tidak menunjuk (tidak bergerak) berarti transistor baik, jika bergerak berarti transistor rusak bocor tembus B-E.
    • Hubungkan  probe multimeter (-) pada emitor dan probe (+) pada kolektor.
    • Jika jarum multimeter tidak menunjuk (tidak bergerak) berarti transistor baik, jika bergerak berarti transistor rusak bocor tembus C-E.
    • Note : pengecekan probe multimeter (+) pada emitor dan probe (-) pada kolektor tidak diperlukan.
  10. Mengecek Kapasitor Elektrolit (Elko)
    • Atur Selektor pada posisi Ohmmeter.
    • Pilih skala batas ukur X 1 untuk nilai elko diatas 1000uF, X 10 untuk untuk nilai elko diatas 100uF-1000uF, X 100 untuk nilai elko 10uF-100uF dan X 1K untuk nilai elko dibawah 10uF.
    • Hubungkan  probe multimeter (-) pada kaki (+) elko dan probe (+) pada kaki (-) elko.
    • Pastikan jarum multimeter bergerak kekanan sampai nilai tertentu (tergantung nilai elko) lalu kembali ke posisi semula.
    • Jika jarum bergerak dan tidak kembali maka dipastikan elko bocor.
    • Jika jarum tidak bergerak maka elko kering / tidak menghantar.

User Manager Untuk Hotspot Mikrotik

User Manager Mikrotik merupakan management system yang apat dipergunakan untuk memanage user sbb:
  1. HotSpot users
  2. PPP (PPtP/PPPoE) users
  3. DHCP users
  4. Wireless users
  5. RouterOS users.
  • Pada tulisan ini akan sedikit diulas mengenai User Manager untuk hotspot user. Sebelumnya paket hotspot dan dhcp server harus sudah terintall/enable dan dikonfigurasi terlebih dahulu pada Mikrotik RouterOS. Asumsi pada tulisan ini RouterOS terdiri atas 1 Wlan dan 1 ether. Ether sebagai interface yang terhubung ke internet sedangkan wlan sebagai interface yang terhubung ke hotspot client.Ip ether 1 192.168.0.40 dan wlan 1 dengan ip 172.16.0.1/24. Langkah-langkahnya sebagai berikut:
  • 1. Set DHCP Server pada interface wlan1 ( Set Dhcp server ada pada tulisan terdahulu).
  • 2. Set Hostpot
  • / ip hotspot profile set hsprof1 use-radius=yes
  • 3. Set Radius Client untuk User Manager menangani hotspot
  • / radius add service=hotspot address=172.16.0.1 secret=123456
  • Sebagai catatan pertama kali hotspot user autentifikasi akan membaca pada database /ip hotspot user print. Remove data pada direktori ini agar autentifikasi pada radius.
4. Install User Manager
- Buka system packages dari winbox atau terminal
  /system/packages/print
- Jika belum ada paket user manager install dulu. Karena User-manager merupakan paket terpisah   dari router os MT. Pastikan versi outer OS sama dengan versi paket user manager. Misalnya jika router os kita 2.9.50 maka paket user-manager juga harus 2.9.50.
Download dari http://www.mikrotik.com/download.html, pilih salah paket user-manager-2.9.x.npk dari paket zip
 - Upload via Program FTP Ke Mikrotik Server
 -  Reboot Mikrotik Server
 -  Cek system packages spt no 1, jika user manager belum aktif diaktifkan terlebih dahulu kemudian reboot. Jika sudah aktif
 - buka http://192.168.0.40/userman
 - Jika sudah bisa terbuka halaman login user manager, berarti user manager sudah aktif.
  • 5. Buat Pada User Manager nama subcriber
  • / tool user-manager customer add login="admin" password=123 permissions=owner
  • 6. Buat Hotspot Router
  • / tool user-manager router add subscriber=admin ip-address=172.16.0.1 shared-secret=123456
  • 7. Buat User untuk Hotspot
  • / tool user-manager user add username=fajar password=123 subscriber=admin
Silahkan dicoba untuk konek hotspot dengan laptop dan User manager dapat diakses melalui http://192.168.0.40/userman. Menu-menu yang  terdapat di dalamnya antara lain status login, add user, delete user, log dan lain-lain. Lengkapnya seperti ini http://wiki.mikrotik.com/wiki/User_Manager/Customer_page

Referensi:
http://wiki.mikrotik.com/wiki/MikroTik_User_Manager
http://wiki.mikrotik.com/wiki/User_Manager/Hotspot_Example
   
http://fajar.uii.net.id/index.php?option=com_content&task=view&id=27&Itemid=1

Senin, 22 November 2010

Code HTML Play Music pada Web Page

Suara adalah anugrah yang sangat besar yang diberikan Allah kepada kita semua, kalau kita sedang merasa bosan ada sebagian orang ingin mendengarkan musik, namun ada beberapa orang kalau bosan dan mendengarkan musik malah tambah bosan. namun tidak semua orang sama seperti itu, tergantung dari musiknya seperti apa ya ... kali ini saya menyempatkan waktu untuk memposting bagaimana memasukan music dalam halaman web kita dengan cara memberikan code di bawah ini.
1. Pada kode html di bawah ini memberikan pengunjung keleluasaan apakah pengunjung tersebut mau mendengarkan musik atau tidak
<a href="lokasimusik.mid"> Klik untuk main musik </a>

2. Kalau code yang satu ini digunakan untuk Mem-play music otomatis ketika halaman web di buka
<embed src="lokasimusik.mid">
<noembed> <bgsound src="lokasimusik.mid">
</noembed>
</embed>

3. Heehe yang ini nih kamu dapat memasukan code dalam halaman web kamu dan secara otomatis play ketika seseorang melihat halamnu dan memiliki gambar kecil dimana pengunjung dapat mematikannya.
letakkan code ini dimana kamu ingin meletakkan tombol tersebut sebagai pemberhentinya.
<embed src="lokasimusik.mid" width=25 height=25 autostart=false 
repeat=true loop=true </embed

4. Haha kalau code ini yang terakhir ya, code ini digunakan untuk play musik tatapi bukan berupa tombol melainkan konsol (tampilan player kaya apa ya saya bingun njelasinnya kaya winamp mungkin ya) kamu dapat menampilkan konsol yang kecil dengan memiliki tombol on dan off seperti pada konsol di bawah ini

Gambar Konsol
Adapun kodenya kaya ini nih :
<embed> src="lokasimusik.mid"
width="140" heigth="40" autostart="false" loop="false"
</embed>

Warning : Jangan lupa kalau mau testing, Pada komputer di install Quict time Player, Download

play musik

play musik

Minggu, 21 November 2010

Download Template Blog

Download Template Gratis www.zoomtemplate.com

Artikel, Makalah dan buku

Makalah Ilmu Budaya Dasar (Manusia dan Harapan) serta latihan soal

 MANUSIA DAN HARAPAN
A.    PENGERTIAN HARAPAN
Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati dalarn hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya.
Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing. Misalnya, Budi yang hanya mampu membeli sepeda, biasanya tidak mempunyai harapan untuk membeli mobil. Seorang yang mempunyai harapan yang berlebihan tentu menjadi buah tertawaan orang banyak, atau orang itu seperti peribahasa "Si pungguk merindukan bulan" ..... 


Rabu, 17 November 2010

Contoh Cover Proposal

File cdr dapat di download di bawah ini, saya menggunakan Corel Draw X3, file yang di download tidak dapat di buka pada pada corel di bawah Corel Draw X3
Download